Jumat, 12 Agustus 2016

Cerita Anak Kos

Sabtu dini hari pukul 0:40 tulisan ini saya postingkan saya mau menceritakan tentang cerita hari ini. Hampir mirip cerita sebelumnya kami memulai aktifitas banguntidur dengan membersikan tempat tidur sama seperti yang diajarkan oleh guru-guru Sd terdahulu untuk meraikan sebelum beraktifitas. Pagi tadi jumat tanggal 12 saat kami bangun tidur saya mendapati hanya bangun berdua bersama sahabat saya budi saya melihat sahabat saya yang satunya sudah pergi.
Maklum sahabat saya bobi orangnya disiplin meskipun beliau begadang semalam tapi tidak menghintikan untuk tetap beraktifitas di pagi hari. Oke kembali lagi ke cerita saya hari ini saat sudah bagun tidak lupa kami membersikn kamar koskosan maklum kami bertiga kuliah merantau di kota palembang, desa saya dengan bobilah yang berdekatan sedangkan budi lumayan jauh untuk jalan yang rata-rata desa indonesia lumayan hancur, jarak antara desa saya dan bobi kira 3 jam dari pusat kota palembang sedangkan budi hanya 1 jam. Hari ini kami kedatangan tamu bisa dikatakan teman dekat saya. bernama tantri dan rita mereka sangat baik pagi ini saja mereka membelikan makanan untuk saya dan budi muklum anak kos jadi sering minta. Tapi sifat manusia kalau ada yang di beri pasti ada imbalan, nah imbalannya adalah motor saya mereka pakai. berhubungan yang ada motor hanya saya dengan bobi jadi hari ini kami hanya terdiam di koskossan. Yang membuat saya kesal sebelum memakai motor tamu tadi yang bernama tantri melempar hp saya kelantai reflek saja saya langsung menendang bagian pinggang, sontak tantri langsung terdiam dengan wajah yang pucat, saya berpikir agak terlalu berlebihan. Maklum saya orangnya emosian. setelah saya tentang  mereka bergegas pulang meninggalkan kami berdua, saya merasa bersalah sampai-sampai kepikaran tapi tidak berani meminta maaf. maklum cowokkan gengsi, seharian di koskosan rasanya muak ibarat makan udah mau muntah. Seharian hanya bisa nontoton film liatin burung dan mikirin Ppl yang sebentar lagi akan di hadapi gitu-gitu aja gak ada kemajuan. Sekitar pukul 16 : 30 mata sudah menunjukkan gelagat ngantuk jadi saya putuskan untuk tidur sejenak. Pukul 19 saya bangun tidak lama bngun bobi sudah pulng dari tempat pamannya saat ditanya katanya ngelisan paman belajar mengemudi saya jawab oiyalah berselang beberaapa jam tamu saya yang siang tadi minjam motor datang balikin motor saya tadi.
Saat saya tanya dengan siapa dia jawab sendiri saya tawarin untuk dianter pulang dianya gak mau, pikir saya gak mungkin cewek sendiri nganterin motor pasti di anterin cowok alesannya aja gak mau di anter. Motor saya dateng saya bergegas dengan budi untuk mengecek siapa yang berbarangan dengan cewek tadi ( tantri ) saat saya kejar udang ilang jauh, jadi saya putuskan untuk ketempat nenek mengunjungi rumah di kebun bunga sekitar 5 menit dari kosan saya. Saat datang ketempat nenek terlihat lampu rumah mati debu menyelimuti lantai kelihatan sudah satu minggu tidak di sapu. segera saja saya menyuruh budi masuk untuk menghidupkan lampu rumah udah keliatan seperti rumah hantu, sedangkan saya menghampiri rumah di samping rumah nenek yang juga masih ada ikatan keluarga. Saya tanyakan dimana bibik saya respon saja di menjawab tidak tahu. Pangjang cerita kami bersama ternyata bibik saya kabur dari rumah kira- sudah dua minggu semenjak saya ada konflik dengan beliau. Saya merasa bersalah membuat beliau jadi pergi dari rumah. saya juga sempat tinggal di rumah itu menjak konflik jadi saya memutuskan untuk mengekos dengan tiga sahabat saya tadi bobi dengan budi. Tidak lama berselang kami pulang ke kosan dan cerita kembali datang ke kosan main gitar ngopi dan bercerita bersama sahabat sambil mengisi kekosongan hati. tidak lama beranjak datang teman saya waktu SMA teman budi juga kami berbincang-bincang sampai dengan saya menuliskan cerita di blok saya hari ini. ok terima kasih sudah membaca blok saya ceritanya sampai besok :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar